My Blog List
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Arsip Blog
-
▼
2013
(161)
-
▼
April
(23)
- [Poll] 32 Anime Masterpiece Karya Studio Anime Ter...
- YUI Sedang Menjalin Hubungan Dengan Vokalis Band P...
- Akira Toriyama Ciptakan Manga Untuk Tingkatan Kesa...
- Ilmuwan Rusia Prediksikan Gempa Dahsyat 9,0 Skala ...
- Animax Jepang Tayangkan Anime Ninja Hattori-kun Ve...
- Penulis Light Novel Zero no Tsukaima, Yamaguchi No...
- Seiyuu Anime Hunter x Hunter Chimera Ant Arc Diumu...
- Anime Silver Spoon Tayang Pada Musim Panas 2013
- Astro Boy Diklaim Ikut Bertanggung Jawab Atas Benc...
- Anime Kuroko no Basuke Season 2 Tayang Musim Gugur...
- Doraemon Ditetapkan Sebagai Duta Khusus Tokyo 2020
- [Poll] Karakter Anime Yang Merupakan Penemu atau I...
- Ayame Goriki Ikut Bermain Dalam Kuroshitsuji Live ...
- Pertama Kali, Pemain Shogi Profesional Dikalahkan ...
- [Poll] Karakter Anime Dengan Nama Sakura Terfavorit
- Kyoto Animaton Umumkan Anime Kyoukai no Kanata
- Tokyo Idol Festival 2013 Diselenggarakan Tanggal 2...
- Dragon Ball Z: Battle of Gods Raih 684 Juta Yen
- AKB48 Ikut Dalam Proyek Live Action Anime Patlabor
- YUI Kembali Ke Dunia Musik Dengan Band Baru - Flow...
- Film Dokumenter Tentang Aksi Bunuh Diri di Jepang ...
- Video Trailer Movie Anime AnoHana Diunggah
- Oreimo Season 2 Tayang 16 Episode
-
▼
April
(23)
Tampilkan postingan dengan label Life Style. Tampilkan semua postingan
Fakta Tentang Tisu Saku di Jepang
Jika Anda pernah mengunjungi kota besar di Jepang atau setidaknya pernah melihat film-film Jepang, mungkin Anda pernah melihat ada orang-orang yang memberikan tisu gratis di jalan-jalan. Tisu tersebut biasanya dikemas dalam ukuran kecil sehingga bisa dimasukan ke dalam saku. Sekitar 4 miliar paket tisu saku ini didistribusikan di jalanan setiap tahunnya di Jepang dan menghasilkan penjualan di kisaran 75.000.000.000 yen per tahun. Tisu-tisu ini umumnya dibagikan di luar stasiun kereta bawah tanah.
Tisu saku ini dibagikan untuk mempromosikan produk perusahaan-perusahaan tertentu bahkan dalam sebuah survei di internet, 76% orang mengatakan bahwa mereka menerima "tisu iklan berjalan" tersebut. Hasil ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan brosur atau selebaran.
Berikut adalah fakta-fakta mengenai strategi pemasaran yang unik di Jepang ini :
1.Kemunculan pertama dari tisu saku ini adalah pada tahun 1969. Bentuk iklannya hampir secara eksklusif terlihat di Jepang.
2.Mayoritas iklan pada tisu saku adalah untuk pinjaman dan kredit konsumen.
3.Tidak seperti brosur iklan yang langsung dibuang, tisu saku ini biasanya disimpan sampai semua tisu habis digunakan. Karena konsumen tetap menyimpan tisu saku tersebut untuk waktu yang lama, penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini memiliki dampak psikologis mendalam pada otak seperti mempengaruhi pembeli untuk memilih merek yang diketahui atau perusahaan yang diiklankan di paket tisu tersebut.
4.Beberapa perusahaan memilih untuk melampirkan kupon minum gratis atau diskon.
5.Bagi perusahaan yang menggunakan tisu saku seperti ini, menggunakan tisu berkualitas tinggi dikatakan dapat menciptakan citra perusahaan yang lebih baik.
Mengapa perusahaan menggunakan jenis iklan seperti ini ?
1.Murah
Tisu saku seperti ini relatif murah. Perusahaan hanya perlu membayar biaya yang berkaitan dengan pembelian tisu dan membayar satu orang untuk berdiri di daerah yang sibuk dan memberikan tisu tersebut.
2.Efisien
Cara ini adalah cara yang efisien untuk beriklan ke target pasar.
3.Efektif
Data terbaru menunjukkan bahwa iklan pada tisu saku ini 100 kali lebih efektif daripada iklan di koran.
Namun tampaknya terjadi penurunan pada cara pemasaran iklan jenis ini. Beberapa alasannya dikarenakan :
1.Penurunan anggaran iklan
Karena resesi ekonomi, perusahaan dan usaha kecil memiliki lebih sedikit uang untuk promosi penjualan.
2.Tisu memiliki kesempatan yang lebih sedikit
Banyak perusahaan yang menciptakan produk untuk mengganti penggunaan dari tisu, seperti kain untuk menghapus makeup atau kain lembut untuk kacamata. Hal ini mengurangi penggunaan dari tisu dan telah mendorong perusahaan untuk memikirkan lebih banyak produk lain yang berguna untuk ditempatkan iklan.
Sumber :
en.rocketnews24
en.rocketnews24
Tag :
Life Style,
10 Aturan Menggunakan Sumpit Di Jepang
Masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang lebih banyak menggunakan sumpit ketika makan. Jika Anda berencana untuk berlibur ke Jepang, ada baiknya Anda belajar menggunakan sumpit terlebih dahulu jika sebelumnya Anda tidak terbiasa menggunakan sumpit. Ketika Anda makan dengan orang Jepang, mereka mungkin akan mengerti dan akan memaafkan Anda jika Anda melakukan beberapa kecerobohan. Tapi tentu tidak ada salahnya untuk memperhatikan beberapa aturan-aturan penggunakan sumpit di Jepang bahkan bagi orang yang sudah terbiasa menggunakan sumpit. Berikut adalah 10 cara atau aturan atau sopan santun dalam menggunakan sumpit di Jepang :
1.Pegang sumpit Anda dengan benar
Mudah sekali untuk dikatakan. Untuk orang yang benar-benar tidak terbiasa menggunakan sumpit, tentu ini merupakan pekerjaan yang cukup menyita waktu. Anda bisa melihat bagaimana orang lain menggunakan sumpit dan belajar darinya. Perbanyak latihan misalnya ketika Anda makan di rumah.
2.Jangan makan langsung dari piring yang sama
Ambil makanan dari piring yang dipakai bersama (piring yang berisi lauk atau sayur) lalu tempatkan di piring Anda sendiri atau mangkuk sebelum memakannya. Jika Anda ingin memberikan makanan yang terdapat pada piring yang dipakai bersama pada orang lain, Anda bisa membalikkan ujung sumpit ketika hendak memberikan makanan pada orang lain. Hal ini dapat diterima jika tidak ada sumpit yang bisa dipakai bersama.
3.Gunakan dudukan sumpit Anda
Banyak restoran Jepang akan memberikan dudukan sumpit. Bila Anda sedang tidak menggunakan sumpit, tempatkan pada dudukan yang disediakan. Pada sumpit sekali pakai (waribashi), Anda tidak akan diberikan dudukan. Namun, Anda dapat menggunakan bungkus sumpit sebagai dudukan. Sumpit tidak boleh ditempatkan tegak di nasi karena hal ini menyerupai upacara yang dilakukan saat pemakaman di Jepang.
4.Jangan melayangkan sumpit Anda
Jangan menggerak-gerakan (hover) sumpit Anda ke atas semua hidangan ketika berpikir apa yang Anda inginkan. Hal ini dianggap serakah (sashi bashi).
5.Jangan menggali
Ambil makanan mulai dari atas piring. Jangan menggali makanan di piring seperti sedang mencari sesuatu.
6.Jangan menjilat
Jangan menjilat ujung sumpit (Neburi bashi).
7.Hati-hati memberikan makanan kepada orang lain
Jangan pernah berbagi makanan dari sumpit ke sumpit karena ini menyerupai kebiasaan pada acara pemakaman di Jepang saat kremasi ketika tulang dipindahkan ke guci. Hanya di pemakaman, tulang dari tubuh dikremasi dan diberikan dari orang ke orang. Anda dapat memindahkan makanan menggunakan sumpit Anda ke piring orang lain, tetapi pastikan agar mereka mendekatkan piring untuk Anda jika terdapat jaraK. Idealnya Anda dapat meminta sepasang sumpit baru yang ditempatkan di tengah meja dan digunakan setiap kali seseorang perlu untuk memindahkan makanan untuk orang lain.
8.Sumpit bukan mainan
Jangan menunjuk dengan sumpit ketika Anda berbicara atau memegang sumpit untuk waktu yang lama ketika tidak sedang makan. Jangan pernah menggosok sumpit berulang-ulang secara bersamaan setelah Anda memisahkannya karena merupakan tanda bahwa Anda berpikir itu adalah sumpit murah.
9.Jangan menyilangkan sumpit ketika menaruhnya di meja
Pastikan tempatkan sumpit Anda pada posisi sejajar.
10.Jangan memutar-mutar sumpit Anda ke dalam sup
Ketika Anda melakukan ini, Anda terlihat sedang membersihkan sumpit Anda.
Sopan santun menggunakan sumpit bisa berbeda dari budaya ke budaya misalnya saja Cina dan Korea. Pada tata cara di Korea, mengambil sebuah piring atau mangkuk untuk membawanya lebih dekat ke mulut seseorang, dan makan isinya dengan sumpit (kecuali hidangan mie tertentu seperti Naengmyeon) dianggap sebagai budaya kasar yang tentu sangat kontras dengan di Cina dan Jepang. Contoh lainnya, orang-orang di Korea secara tradisional akan menggunakan sumpit untuk mengambil lauk dan meletakkannya di atas meja, kemudian memakannya dengan sendok makan. Artikel tentang cara penggunaan sumpit di Cina, Taiwan, Jepang dan Korea, bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Chopstick.
Sumber :
japan-talkTag :
Life Style,
Alasan Sulitnya Mendapatkan Apartemen di Jepang
Kualitas perumahan adalah masalah yang signifikan di antara penduduk asing di Jepang. Banyak penduduk asing di Jepang yang lebih memilih tinggal di sub standard housing (perumahan yang kurang memenuhi persyaratan minimum. Misalnya sebuah rumah dengan toilet luar) karena kesulitan mencari apartemen yang layak.
Setidaknya ada 4 hal yang mempengaruhi hal tersebut:
1.Penjamin
Siapapun yang menyewa sebuah apartemen di Jepang membutuhkan penjamin. Seorang penjamin setuju untuk menutupi utang Anda termasuk sewa yang belum dibayar, kerusakan pada apartemen atau kewajiban pihak ketiga (misalnya Anda membanjiri lantai bawah apartemen dan tidak memiliki asuransi). Warga biasanya meminta kerabat mereka atau perusahaan untuk menjadi penjamin mereka sedangkan para pendatang baru akan sulit untuk menemukan penjamin. Kebanyakkan orang asing akan meminta perusahaan untuk menjadi penjamin mereka. Ada cukup banyak apartemen yang tidak memerlukan penjamin dan biasanya apartemen seperti ini adalah apartemen bulanan yang dalam jangka pendek jauh lebih mahal daripada apartemen biasa.
2.Bahasa
Langkah pertama untuk menemukan apartemen adalah untuk mencari agen yang aman. Agen Anda akan menangani semuanya sehingga mungkin Anda tidak akan pernah bertemu dengan pemilik apartemen tersebut. Sangat sedikit Agen yang mau menerima klien yang tidak bisa berbahasa Jepang. Dan hal in bukan dikarenakan adanya diskriminasi dari agen.
Menemukan apartemen adalah sebuah proses kompleks yang membutuhkan banyak komunikasi. Jika Anda tidak bisa berbicara bahasa Jepang, bawalah seorang yang bisa berbahasa Jepang yang Anda percaya untuk mewakili Anda. Ketika Anda mengajukan permohonan untuk sebuah apartemen, pertanyaan pertama dari pemilik apartemen adalah apakah Anda berbicara bahasa Jepang atau tidak dan disinilah peran agen Anda. Pemilik apartemen ingin bisa berkomunikasi dengan Anda dan biasanya tidak akan merasa nyaman dengan bahasa Inggris.
3.Harga
Apartemen biasa jauh lebih murah daripada apartemen bulanan (dalam jangka panjang). Namun, diperlukan pembayaran dimuka dalam jumlah yang besar. Struktur biaya secara klasik adalah sebagai berikut :
Uang sewa untuk 1 bulan pertama + uang hadiah 2 bulan (reikin, 礼金) + uang deposito 2 bulan + 1 bulan biaya agen
Jadi misalkan Anda mendapatkan sebuah apartemen studio Tokyo sederhana seharga 100.000 yen ($1250 US), ini artinya Anda harus membayar 600,000 yen ($7500 US) sebagai uang muka. Jika Anda ingin apartemen dengan satu kamar tidur besar mewah kelas atas, sewa Anda akan menjadi seperti ¥ 700.000 ($ 8.750 US) dengan ¥ 4.200.000 ($ 52,500 AS) sebagai uang muka.
Setidaknya ada 4 hal yang mempengaruhi hal tersebut:
1.Penjamin
Siapapun yang menyewa sebuah apartemen di Jepang membutuhkan penjamin. Seorang penjamin setuju untuk menutupi utang Anda termasuk sewa yang belum dibayar, kerusakan pada apartemen atau kewajiban pihak ketiga (misalnya Anda membanjiri lantai bawah apartemen dan tidak memiliki asuransi). Warga biasanya meminta kerabat mereka atau perusahaan untuk menjadi penjamin mereka sedangkan para pendatang baru akan sulit untuk menemukan penjamin. Kebanyakkan orang asing akan meminta perusahaan untuk menjadi penjamin mereka. Ada cukup banyak apartemen yang tidak memerlukan penjamin dan biasanya apartemen seperti ini adalah apartemen bulanan yang dalam jangka pendek jauh lebih mahal daripada apartemen biasa.
2.Bahasa
Langkah pertama untuk menemukan apartemen adalah untuk mencari agen yang aman. Agen Anda akan menangani semuanya sehingga mungkin Anda tidak akan pernah bertemu dengan pemilik apartemen tersebut. Sangat sedikit Agen yang mau menerima klien yang tidak bisa berbahasa Jepang. Dan hal in bukan dikarenakan adanya diskriminasi dari agen.
Menemukan apartemen adalah sebuah proses kompleks yang membutuhkan banyak komunikasi. Jika Anda tidak bisa berbicara bahasa Jepang, bawalah seorang yang bisa berbahasa Jepang yang Anda percaya untuk mewakili Anda. Ketika Anda mengajukan permohonan untuk sebuah apartemen, pertanyaan pertama dari pemilik apartemen adalah apakah Anda berbicara bahasa Jepang atau tidak dan disinilah peran agen Anda. Pemilik apartemen ingin bisa berkomunikasi dengan Anda dan biasanya tidak akan merasa nyaman dengan bahasa Inggris.
3.Harga
Apartemen biasa jauh lebih murah daripada apartemen bulanan (dalam jangka panjang). Namun, diperlukan pembayaran dimuka dalam jumlah yang besar. Struktur biaya secara klasik adalah sebagai berikut :
Uang sewa untuk 1 bulan pertama + uang hadiah 2 bulan (reikin, 礼金) + uang deposito 2 bulan + 1 bulan biaya agen
Jadi misalkan Anda mendapatkan sebuah apartemen studio Tokyo sederhana seharga 100.000 yen ($1250 US), ini artinya Anda harus membayar 600,000 yen ($7500 US) sebagai uang muka. Jika Anda ingin apartemen dengan satu kamar tidur besar mewah kelas atas, sewa Anda akan menjadi seperti ¥ 700.000 ($ 8.750 US) dengan ¥ 4.200.000 ($ 52,500 AS) sebagai uang muka.
4.Diskriminasi
Diskriminasi rasial adalah umum di antara pemilik apartemen dan agen apartemen. Hal pertama yang akan Anda perhatikan adalah bahwa agen Anda akan mengatakan gaikokujin (orang asing).
Dalam iklan apartemen, secara tegas dikatakan "Tidak ada orang asing". Ketika Anda menunjukkan minat pada sebuah apartemen, hal pertama yang akan agen Anda lakukan adalah menghubungi agen yang mewakili pemilik apartemen tersebut dan menanyakan apakah orang asing boleh tinggal atau tidak. Sekitar 10% (perkiraan kasar), pemilik apartemen akan mengatakan tidak untuk semua orang asing. Lainnya bertanya berapa lama Anda sudah berada di Jepang, negara asal dan apakah Anda dapat berbicara bahasa Jepang atau tidak. Jika Anda sudah berada di negara Jepang dalam waktu lama dan dapat berbicara bahasa Jepang, sebagian besar pemilik apartemen akan menerima Anda.
Penolakkan tidak selalu karena diskriminasi, alasan lainnya adalah :
Diskriminasi rasial adalah umum di antara pemilik apartemen dan agen apartemen. Hal pertama yang akan Anda perhatikan adalah bahwa agen Anda akan mengatakan gaikokujin (orang asing).
Dalam iklan apartemen, secara tegas dikatakan "Tidak ada orang asing". Ketika Anda menunjukkan minat pada sebuah apartemen, hal pertama yang akan agen Anda lakukan adalah menghubungi agen yang mewakili pemilik apartemen tersebut dan menanyakan apakah orang asing boleh tinggal atau tidak. Sekitar 10% (perkiraan kasar), pemilik apartemen akan mengatakan tidak untuk semua orang asing. Lainnya bertanya berapa lama Anda sudah berada di Jepang, negara asal dan apakah Anda dapat berbicara bahasa Jepang atau tidak. Jika Anda sudah berada di negara Jepang dalam waktu lama dan dapat berbicara bahasa Jepang, sebagian besar pemilik apartemen akan menerima Anda.
Penolakkan tidak selalu karena diskriminasi, alasan lainnya adalah :
1.Komunikasi
Kebanyakan pemilik tidak merasa nyaman berbahasa Inggris.
2.Keterikatan dengan Jepang
Ketakutan umum bahwa satu saat Anda akan meninggalkan Jepang tanpa membayar kewajiban keuangan Anda.
3.Ketakutan bahwa Anda tidak akan mengikuti adat Jepang
Misalnya orang Jepang tidak memakai sepatu di rumah.
Perusahaan-perusahaan besar biasanya tidak peduli jika Anda adalah orang asing. Orang asing yang dapat berbicara bahasa Jepang, memiliki penjamin dan memiliki keuangan yang baik tidak akan menemui masalah dalam menemukan apartemen yang mereka inginkan.
Lalu seberapa pentingnya seorang agen untuk Anda ? Sangat penting untuk bekerja dengan agen Anda percaya. Jika Anda tidak merasa nyaman dengan agen Anda, yang terbaik adalah mencari agen lainnya. Agen licik akan menunjuk orang asing ke apartemen yang tidak populer.
Agen hanya dibayar ketika aplikasi Anda disetujui. Oleh karena itu, agen Anda mungkin memiliki insentif keuangan Anda untuk mengarahkan Anda ke apartemen yang mudah menerima aplikasi Anda (misalnya karena terlalu mahal atau ada sesuatu yang salah dengan apartemen).
Dalam banyak kasus, pemilik apartemen akan mengatakan bahwa orang asing dapat membayar dimuka tapi kemudian menolak aplikasi Anda. Hal ini menyebabkan banyak agen mengarahkan Anda ke apartemen yang mereka tahu pasti pernah menerima orang asing sebelumnya.
Jika Anda menemukan tempat yang Anda sukai, agen Anda seharusnya bekerja keras untuk menjual aplikasi Anda kepada pemilik apartemen. Kebanyakan pemilik apartemen akan bersikap fleksibel dan akan menerima orang asing. Namun, mereka sering memiliki persyaratan yang lebih tinggi untuk orang asing. Pastikan Anda menyebutkan informasi Anda yang lain (misalnya profesi Anda dan sudah berapa lama Anda berada di Jepang).
Sumber :
japan-talk.comTag :
Life Style,
Cara Tepat Untuk Tidur Di Kereta Jepang
Jepang adalah negara dengan masyarakat yang hidup dengan tekanan tinggi, orang mungkin perlu untuk tidur kapanpun dan di mana pun mereka bisa. Dengan menghiraukan boleh tidaknya tertidur di kereta Jepang, mari perhatikan sejenak bagaimana orang-orang Jepang tertidur di dalam kereta.
Ketika Anda masuk ke dalam kereta, cobalah untuk mendapatkan tempat duduk.
Jika sedang dalam jam sibuk, hampir tidak ada kursi yang kosong. Tidak perlu khawatir, dengan sedikit latihan mungkin Anda bisa mencoba tidur berdiri.
Jika ada kursi, coba untuk menemukan tempat duduk yang padat sehingga Anda dapat bersandar pada orang di sebelah Anda.
Jika Anda tidak dapat menemukan tempat duduk yang ketat, mungkin Anda harus bersandar lebih jauh dan jika tidak ada orang untuk bersandar, coba pertimbangkan untuk bersandar pada tiang atau jika Anda beruntung, Anda akan menemukan kotak alat pemadam kebakaran di samping Anda
Yang terakhir, jangan pernah coba-coba untuk tidur seperti ini.
Sumber :
Tag :
Life Style,















